Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2025

Suara Dalam Kepala

     Tubuh bisa tampak tenang, duduk diam di sudut kamar, tapi di kepala riuhnya seperti perang yang tak selesai. Suara-suara datang dari segala arah sudut masa lalu yang belum dimaafkan, bayang masa depan yang belum pasti, hingga bisikan kecil dari hati yang tak pernah didengar. Mereka berbicara serempak, bertabrakan, saling membantah, seperti majelis yang tak pernah sepakat. Tak bisa direda, tak bisa dihentikan, hanya bisa ditampung sampai sesaknya terasa di dada. Di antara diam yang terlihat damai, ada badai yang tak terlihat, bergulung di dalam kepala yang tak kunjung sunyi.      Suara-suara tak kasat mata berbisik di antara jeda napas, menggugat, menawar, menebak-nebak. Mereka bertanya tentang hal-hal yang tak kita ucapkan ke dunia, kenapa kamu masih disini? Apa kamu bahagia? Kenapa rasanya kosong? Bagaimana masa depanmu?  Mereka bukan suara orang lain, tapi gema dari diri sendiri yang terlalu lama diabaikan.      Suara pikiran itu ...

Pertemuan Dua Arah Yang Tak Bisa Searah

     Dipertemukan dengan jiwa yang membuat kita merasa pulang setelah pencarian panjang, tak bisa dipungkiri ialah hal yang sangat membahagiaan.  Perjumpaan itu sederhana kadang hanya lewat tatap yang tak disengaja, percakapan yang tak direncanakan, atau perasaan nyaman yang datang tiba-tiba. Tapi dari kesederhanaan itu, lahirlah rasa dari tempat yang telah lama hambar, rasa saling mengerti, saling menerima, bahkan saling menggenggam dalam diam.  Namun tidak semua pertemuan dimaksudkan untuk menjadi satu perjalanan. Ada dua orang yang diciptakan untuk saling mengisi, tapi tidak untuk saling mengikuti karena arah tujuan yang ditutupi tembok putih.  Mereka berjalan berdampingan, tapi membawa peta hidup yang berbeda. Bukan karena tidak mau berkorban, bukan karena  kurang berjuang, tapi karena ada nilai yang tidak bisa dibengkokkan hanya demi bersama. Ada arah yang tidak bisa dipaksa menjadi sejalur tanpa harus membunuh keyakinan diri     ...