Suara Dalam Kepala
Tubuh bisa tampak tenang, duduk diam di sudut kamar, tapi di kepala riuhnya seperti perang yang tak selesai. Suara-suara datang dari segala arah sudut masa lalu yang belum dimaafkan, bayang masa depan yang belum pasti, hingga bisikan kecil dari hati yang tak pernah didengar. Mereka berbicara serempak, bertabrakan, saling membantah, seperti majelis yang tak pernah sepakat. Tak bisa direda, tak bisa dihentikan, hanya bisa ditampung sampai sesaknya terasa di dada. Di antara diam yang terlihat damai, ada badai yang tak terlihat, bergulung di dalam kepala yang tak kunjung sunyi. Suara-suara tak kasat mata berbisik di antara jeda napas, menggugat, menawar, menebak-nebak. Mereka bertanya tentang hal-hal yang tak kita ucapkan ke dunia, kenapa kamu masih disini? Apa kamu bahagia? Kenapa rasanya kosong? Bagaimana masa depanmu? Mereka bukan suara orang lain, tapi gema dari diri sendiri yang terlalu lama diabaikan. Suara pikiran itu ...