Pertemuan Dua Arah Yang Tak Bisa Searah

    Dipertemukan dengan jiwa yang membuat kita merasa pulang setelah pencarian panjang, tak bisa dipungkiri ialah hal yang sangat membahagiaan.  Perjumpaan itu sederhana kadang hanya lewat tatap yang tak disengaja, percakapan yang tak direncanakan, atau perasaan nyaman yang datang tiba-tiba. Tapi dari kesederhanaan itu, lahirlah rasa dari tempat yang telah lama hambar, rasa saling mengerti, saling menerima, bahkan saling menggenggam dalam diam. Namun tidak semua pertemuan dimaksudkan untuk menjadi satu perjalanan. Ada dua orang yang diciptakan untuk saling mengisi, tapi tidak untuk saling mengikuti karena arah tujuan yang ditutupi tembok putih. Mereka berjalan berdampingan, tapi membawa peta hidup yang berbeda. Bukan karena tidak mau berkorban, bukan karena  kurang berjuang, tapi karena ada nilai yang tidak bisa dibengkokkan hanya demi bersama. Ada arah yang tidak bisa dipaksa menjadi sejalur tanpa harus membunuh keyakinan diri 

    Waktu seakan memberitahu bahwa saling menyayangi tidak selalu berarti saling memiliki dalam bentuk yang ideal. Terkadang, rasa paling tulus justru hadir dari cara  melepaskan bukan karena lemah, tapi karena kita paham, memaksakan kebersamaan bisa merusak makna yang pernah ada. Kehidupan ini memang tidak selalu menyatukan hal-hal yang saling berlawanan, Kadang hanya untuk mengajarkan bahwa tidak semua yang cocok, harus jadi satu. Kita tetap menjadi bagian dari satu sama lain bukan sebagai pasangan, tapi sebagai jejak, sebagai pelajaran, sebagai kenangan yang hangat, sebagai nama yang disebut dalam hati ketika berbicara tentang "apa yang pernah hampir terjadi". Dan di titik tertentu, kita semua harus belajar menerima bahwa ada yang hanya bisa kita peluk lewat ingatan. Bahwa ada masa depan yang tidak bisa kita arungi bersama, meski impiannya pernah dibangun dengan tangan yang saling menggenggam. Dalam hidup, yang paling menyakitkan bukan kehilangan, tapi tahu bahwa seseorang ada di dunia ini, berjalan, bernafas, tumbuh tanpa kita di sisinya. Namun justru dari sanalah kita belajar tentang ketulusan, mencintai tanpa harus memiliki, memahami tanpa harus menjelaskan, dan mendoakan tanpa harus saling menyapa.

Pertemuan yang penuh makna dan sesak, karena dipertemukan dari dua arah yang berbeda bukan untuk searah tapi untuk  menerima pembelajaran....

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Langkah di Tengah Batas

Ruang Kosong

Pertemanan, Perjuangan, & Takdir