Jika penampilan tolak ukur kesuksesan,lalu bagaimana denganku?

    Sebuah kalimat terlintas dibenak dan kembali merasuki dunia khayalanku, atas segala macam bentuk perkataan diluar sana. Apa benar nilai kesuksesan dilihat dari gaya yang kita lakukan, atau penampilan yang kita pakai, atau bahkan bahasa yang kita gunakan ? Andaikan semua paradigma diluar sana bahwa, penampilan sebuah tolak ukur untuk sukses itu benar adanya, bagaimana denganku? seorang pelajar yang tidak mementingkan penampilan, karna bagiku tindakan lebih dibutuhkan daripada gaya yang kita tampilkan. Yaa, kita tidak bisa mengukur bahkan menilai seseorang dari apa yang kita lihat saja. Penampilan yang kacau, dan brutal langsung dibilang tidak punya masa depan, dianggap sebagai penjahat yang tak punya moral. Lalu, jika itu di nilai buruk  bagaimana dengan mereka yang berpakaian rapi tapi banyak di balik jeruji besi?Penampilan memang layaknya seperti preman, tapi tiap orang  juga punya impian.
    Penampilan bukan faktor utama dalam mengukur kesuksesan atau bahkan karakter setiap orang. Jangan beranggapan rambut gondrong adalah kriminal, pakaian yang sobek-sobekan adalah orang gila. Saya mengutip dari seorang penulis terkenal Raditya dika,beliau pernah bilang bahwa "Orang yang sukses adalah orang yang berani mengambil resiko, bukan yang hanya duduk manis tanpa melakukan tindakan apapun." Saya juga mengutip dari seorang artis terkenal Raffi Ahmad beliau pernah bilang  bahwa "jika ingin sukses maka bersiap untuk capek" Dari kedua kutipan ini, kita bisa pahami bahwa kesuksesaan seseorang itu di ukur dari  seberapa giat dia berusaha bukan seberapa tinggi gaya hidupnya.
    Pesan untuk aku, kamu dan kita semua, fokuslah pada dirimu sendiri. Jangan pernah mengatur kehidupan orang lain, logikanya orang yang kau urus kehidupannya akan jauh lebih baik, lalu bgaimana dengan dirimu? Kita semua sama, hanya saja cara dan gaya kita yang berbeda. Satu kalimat dari saya, Orang yang sukses adalah orang yang bertindak bukan yang berbicara. Sekian....








Nurinda Abas
Mahasiswa aktif jurusan Agribisnis, 2020, fakultas pertanian
Universitas Negeri Gorontalo

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Langkah di Tengah Batas

Ruang Kosong

Pertemanan, Perjuangan, & Takdir