Notebook Pelarian Ternyaman
Dimana lagi harus bercerita? selain notebook yang sudah mengetahui segalanya tentang hari-hari anak perempuan yang selalu bilang baik-baik saja tapi menangis sendirian dipojok kamar. Anak perempuan yang selalu bilang gapapa padahal isi kepala selalu berkelahi dengan fikiran, hati yang berkecamuk dan air mata yang sudah tidak terbendung. Bukan tentang seberapa berat masalah yang dia hadapi tapi tentang seberapa bijak kita dalam menyikapinya. Menjaga perasaan orang lain seolah sudah menjadi kewajiban dia yang perasaannya belum tentu bisa dijaga oleh orang lain. Apa yang dia berikan selalu tidak berbanding lurus dengan apa yang dia dapatkan.
Anak perempuan yang tumbuh dengan begitu banyak tekanan dan ketakutan, yang selalu pesimis akan bagaimana hidupnya nanti, apakah dia bisa menjadi seperti yang diharapkan? atau hanya menambah banyak beban untuk orang lain lagi.Anak perempuan itu tumbuh dengan berbagai macam perasaan yang sudah dia rasakan, dan perasaan yang lebih menyesakkan adalah perasaan bersalah yang selalu dia dengar dari orang lain, seakan dia sumber permasalahan sampai dia merasa saat tumbuh pun salah.
Anak perempuan itu tumbuh dengan banyak karakter yang sulit di tebak, dimana air mata sudah menjadi teman baiknya, sakit sudah menjadi bagian dari hidupnya, menjadi anak paling cengeng di belakang banyak orang dan menjadi anak paling ceria ketika di depan banyak orang. Tidak pernah mengeluh dan bercerita tentang seberapa menyesakkan hidupnya membuat dia menjadi sosok anak perempuan yang pendiam dan sangat menyukai kesendirian. Menurutnya tidak ada yang bisa mengerti dan memahami perasaannya selain dirinya sendiri dan notebook yang selalu mendengar cerita anak perempuan itu. Jangan pernah menyepelekan sesuatu yang menyangkut perasaan dan mental setiap orang, karena kita tidak tau seberapa susahnya dia berkelahi dengan fikirannya untuk tetap sehat dan kuat.
Rumah baginya adalah dirinya sendiri karena sesungguhnya rumah adalah tempat ketika kita pulang merasa nyaman dan menjadi tempat bercerita tentang dunia yang selalu mengajak untuk menyerah. Cerita ini mewakili anak yang tidak punya tempat untuk bercerita, satu hal yang perlu kita tahu tidak apa untuk terlihat tidak baik baik saja, terkadang harus berbicara agar orang lain mengerti , dan menangis bukan hal yang memalukan yang harus disembunyikan sehingga sesekali belajarlah untuk bilang tidak pada hal-hal yang memang tidak kamu sukai. Orang lain tidak akan bisa mengendalikan dirimu, yang bisa mengendalikan dirimu adalah diri kamu sendiri. So, stay strong and keep spirit because you are not that bad☺thankyouuu..
Komentar
Posting Komentar