Sukses Itu Pilihan
Setiap manusia pasti mendambakan kesuksesan meskipun dengan perjalanan yang berbeda-beda. Banyak di antara kita memperdebatkan jalan kesuksesan yang benar, sementara sukses itu pilihan dan takdir yang di peruntukkan untuk setiap orang, tidak ada kebenaran maupun kesalahan didalamnya. Melanjutkan pendidikan ataupun tidak itu adalah pilihan. Kita tidak bisa menghakimi jalan setiap orang karna memilih jalan yang berbeda dengan kita. Ketika pilihanmu untuk melanjutkan pendidikan tinggi, mungkin saja kamu memiliki bekal yang matang dalam aspek teori maupun materi serta pengalaman akademis, namun itu bukanlah satu-satunya ukuran untuk menentukan kualitas diri. Tidak sedikit orang di luar sana, yang memilih jalur berbeda seperti memulai bisnis, atau mengembangkan keterampilan tanpa menempuh bangku kuliah. Mereka menghadapi tantangan dan belajar dari pengalaman hidup secara langsung. Bagi mereka, kesuksesan juga tetap menjadi tujuan yang nyata, meski mungkin terlihat berbeda dari standar yang biasa kita bayangkan. Karena itu, pendidikan adalah sebuah jalan, tapi bukan satu-satunya jalan.
Pintu kesuksesan selalu terbuka bagi siapa pun yang mau berusaha, meskipun setiap orang menempuh rute yang tidak sama. Beberapa mungkin lebih dulu sampai, yang lain mungkin harus melewati jalan berliku. Namun pada akhirnya, yang terpenting adalah semangat untuk terus belajar, berkembang, dan berani menghadapi rintangan. Dalam perjalanan ini, yang membedakan kita bukan semata gelar saja, melainkan dedikasi, keyakinan usaha, serta pengalaman untuk mewujudkan impian. Di era modern yang terus berkembang, tidak dapat kita pungkiri juga bahwa pendidikan tinggi merupakan pilihan penting bagi banyak orang. Meskipun ada beberapa jalan sukses yang tidak memerlukan gelar sarjana, pendidikan tinggi tetap memberikan berbagai keuntungan yang tidak bernilai. Tumbuh di lingkungan yang peduli dan mendukung penuh dalam melanjutkan pendidikan dalah sebuah privilage, sebab tanpa support dari lingkungan terdekat akan teramat sulit rasanya dalam melewati setiap perjuangan.
Pendidikan tinggi adalah sebuah investasi, lah izasah kan tidak bisa di jual? kata mereka yang hanya melihat izasah sebuah kertas yang dicoret dengan tulisan tinta, padahal dibalik selembar kertas yang bernamakan izasah terdapat pengetahuan, pengalaman, skill, pengorbanan yang diperoleh selama pendidikan tinggi dan tidak semua orang bisa merasakan dampaknya. Di zaman yang semakin canggih, pendidikan tinggi semakin di tunjang dengan berbagai macam beasiswa, lomba dan award sebagai solusi pada mereka yang ingin berusaha. Dengan semua privilage yang ada, apakah bisa dirasakan semua orang? tentunya tidak, karena hanya orang-orang yang punya tekad dan nilai juang yang tinggi yang dapat merasakannya. Pergi ketempat yang di impikan dengan beasiswa pemerintah, berbekal gelar mahasiswa dan pulang membawa kebanggaan dan branding diri yang meningkat, apakah bisa diperoleh selain melanjutkan pendidikan tinggi? Semua hanya perihal sudut pandang saja, ia akan bagus jika sudut pandangmu positif dan sebaiknya akan buruk jika sudut pandangmu negatif.
Banyak yang sukses meskipun tidak melanjutkan pendidikan tinggi, namun tidak sedikit pula yang menjadi sukses melalui pendidikan tinggi. Dengan demikian di akhir tulisan ini, penulis berharap stigma buruk ataupun mindset yang selalu tertanam untuk memperdebatkan jalan yang benar diantara keduanya bisa berubah, karena semakin kamu memperdebatkan keduanya semakin kamu memperlihatkan betapa dangkalnya pengetahuan yang tidak kamu miliki.
Salam Hangat.....
Nurinda Abas
@nurindaabas
Komentar
Posting Komentar